generasiku

Diposting oleh CaesarBiru pada 19:55, 16-Agu-15 • Komentar (0)
Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, gobag sodor, Lompat tali, Masak-masakan, sobyong, jamuran, putri putri Melati tanpa peringatan dari Bpk Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik menjadi permainan yg mengasyikkan.Kami yg tiap melihat pesawat... [Baca selengkapnya]

SAJAK LUKA

Diposting oleh CaesarBiru pada 17:10, 25-Peb-15 • Komentar (3)
wahai puan ratu padmi pendita hati bukankah kamu sudah tertawa atas airmataku, pergi saja dari lukisan mural keabadian, kita pernah satu hati dalam ratapan tapi airmatamu hanya topeng berbingkai pedang menusuk jiwaku. wahai puan luka ini sudah membusuk ingin rasanya ku goreskan belati ke wajahmu dan tersungkur mati. wahai puan aku masih disini bertahan membalut luka menunggu sang karma memelukmu... [Baca selengkapnya]

Cerita air mata

Diposting oleh CaesarBiru pada 11:00, 27-Jan-15 • Komentar (1)
Dara jangan menangis,menelusup di gendang telingaku. Air mata jatuh dan teruslah menangis. Meresap di antara bebatuan cadas. Mewarnai pipi serupa garis. Hangat seperti matahari walau perih dari rasa duka. Dingin serupa salju tapi beban itu hilang. Termangu di titian hidup tertidur kau lelah. Air mata kurangi beban hidup. Seperti awan berarak bergesekan udara dan hujan jatuh dimana ada asa. Air mata menyadarkan kita te ntang beratnya jalan hidup. Air... [Baca selengkapnya]

Bait cinta

Diposting oleh CaesarBiru pada 17:43, 24-Jan-15 • Komentar (2)
gue.jpg Aku butuh udara untuk sajak ini.
terlalu sesak benakku dengan wajahmu menari bagai hujan
langkahku terhenti ingin berpaling dada ini masih sesak
masih tertahan oleh waktu dan masih mencemburui waktu yang selalu di dekatmu.
kita hanya dua manusia yang ingin bersama menentang dunia,ras,etnis dan semua aral
dan dada ini masih sesak,melepaskan gengaman ini atau tetap di antara jemarimukendari_24_januari_2015